Kesenian Kuda Lumping Khas Daerah Jawa Timur
SMAN 66 JAKARTA
Projek Kelompok 3 - XB
Puja Istolaelli, Cherylda Ayu, Aslam Al Kamili, Rakha Nathand.
Kuda Lumping
Objek projek kami adalah kesenian tari Jaran Kepang, atau yang biasa dikenal Kuda Lumping. Kuda Lumping ini adalah tarian yang menggunakan anyaman kuda sebagai properti utamanya. Kesenian ini menyebar luas di daerah Pulau Jawa, terutama Jawa Timur.
Apa sih Kuda Lumping Itu?
Untuk mengetahui lebih lanjut, klik tombol di bawah!
Sejarah Kuda Lumping
Pada mulanya Jaran Kepang bukanlah sebuah seni pertunjukan, bukan pula dinamakan kesenian karena memang zaman dulu belum dikenal istilah kesenian. Sebagai seni pertunjukan, para seniman membuat sedikit perubahan, yaitu dengan gerakannya yang lebih dinamis, kreatif, dan lebih bervariasi.Belum terlalu jelas asal - usul dari Kuda Lumping itu sendiri, terdapat banyak versi asal - usulnya, seperti tarian ini dipakai dalam ritual yang sifatnya magis. Properti yang digunakan dulu sangat sederhana, seiring majunya waku kemudian berubah dan berkembang.Atau tarian ini dulu juga bentuk dukungan penuh atau apresiasi dari rakyat jelata terhadap perjuangan Pangeran Diponegoro dan pasukan kudanya dalam mengusir dan melawan para penjajah. Dan masih banyak lagi asal - usulnya.Orang dulu percaya bahwa, Kuda Lumping merupakan bagian dari ritual menolak bala, mengatasi berbagai musibah, meminta kesuburan pada lahan pertanian, mengharap keberhasilan panen, dan juga supaya masyarakat aman dan tenteram.Seni tari ini juga hadir sebagai perlawanan terhadap kemapanan kerajaan dan juga sebagai sarana dakwah. Karena pada saat itu Sunan Kalijaga menyebarkan agama islam melalui kesenian yaitu dengan Wayang Kulit, Dandang Gulo, dan tentunya juga dengan Kuda Lumping.
Properti - Properti Kuda Lumping

Anyaman Bambu Kuda = Tunggangan para penari dalam melakukan aksinya

Kostum Kuda Lumping = Kemudian baju atasan para penari akan ditambah dengan balutan rompi sebagai kostum

Cambuk = Ada 1 / 2 cambuk yang memiliki panjang 2 meter, sifatnya khusus, dan apabila dihempaskan akan muncul suara nyaring & keras

Sesumping = Akan memancarkan kilau cahaya, bentuknya seperti yang digunakan dalam pertunjukan kesenian wayang manusia

Selendang = Sebagai pengikat sekaligus properti tambahan

Rompi = Biasanya digunakan oleh penari wanita saja. Rompi yang digunakan oleh setiap paguyuban biasanya berbeda beda, tergantung keinginan dan ciri dari daerahnya masing - masing

Ampok = Lapisan terluar setelah rompi, menggambarkan kegagahan dan keperkasaan penari pria. Properti ini digunakan pada bagian dada hingga menjulur ke bagian belakang

Gelang Kaki = Terdapat krincingan atau kelinting yang menghasilkan bunyi ketika penari melakukan gerakan gerakan tarian

Parang Imitasi = Makna properti paramg imitasi di sini yaitu sebagai simbol perlawanan rakyat pribumi terhadap para penjajah

Penutup Kepala = Fungsinya sebagai properti tambahan yang tidak wajib digunakan. Untuk warna ikat kepala disesuaikan oleh kostum yang sedang digunakan
Ikuti kami!
Terima Kasih!
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menyimak projek kami!